Doakan Turun Hujan, Bersama Ribuan Jamaah Fasha Gelar Shalat Istisqa

Serukan Jumat Besok Imam Baca Qunut Nazilah

JAMBI – Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME, bergerak cepat. Upaya melindungi warganya dari dampak kabut asap intens dilakukan. Setelah membagikan lebih 50 ribu masker diberbagai tempat dan mengeluarkan Maklumat Antisipasi Dampak Kabut Asap, kini Fasha menginisiasi shalat Istisqa, yang berlangsung di lapangan utama kantor Wali Kota Jambi, Rabu pagi (21/8).

Ribuan warga dengan busana muslim dan muslimah tampak sedari pagi telah berkumpul di Balaikota. Kedatangan Wali Kota Fasha pun disambut hangat warga. Sholawat yang dilantunkan pun turut mengiringi Fasha menuju lapangan utama.

Shalat Istisqa yang berlangsung khitmad itu, di imami ustadz H. Muhammad Sulhi H.M Daud Alhafizh, LC, MA, dengan Khatibnya Ustadz H. Muhammad Amin Abdullah, M. Kes. Tampak pula hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Ketua MUI Kota Jambi beserta jajaran, Alim Ulama, Pengurus Masjid, Majelis Taklim, BKMT, serta ASN Pemerintah Kota Jambi.

Ribuan orang yang memadati lapangan utama kantor Wali Kota itu tampak khusyu’ menunaikan ibadah Istisqa. Tak sedikit dari jamaah berurai air mata saat khatib H. M Amin Abdullah memimpin doa dan bermunajat kepada Allah SWT.

Wali Kota Syarif Fasha dalam sambutannya, menyampaikan maksud pelaksanaan shalat Istisqa yang berlangsung di lapangan utama Kantor Wali Kota tersebut.

“Kami dari pemerintah kota bersama para tokoh agama serta berbagai elemen masyarakat di Kota Jambi melaksanakan salat Istisqa, bermohon kepada Allah SWT agar turun hujan dan Kota Jambi dijauhkan dari dampak kabut asap,” ujar Wali Kota Jambi, Syarif Fasha.

Dirinya berharap, hujan segera turun agar kebakaran yang melanda lahan dan kawasan hutan di beberapa wilayah Provinsi Jambi cepat padam.

“Sehingga kabut asap tebal yang menyelimuti kota kita sejak beberapa waktu lalu menghilang atau minimal berkurang,” sebutnya.

Fasha juga menjelaskan shalat Istisqa hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan), seperti shalat ied, yang merupakan salah satu media dalam syariat Islam dalam mengatasi kekeringan.

“Ini adalah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, berserah diri dan bertawakkal bermohon agar Allah menurunkan hujan di Kota Jambi,” terangnya.

Wali Kota Jambi dua periode itu juga berpesan, agar imam-imam masjid di Kota Jambi, membacakan doa Qunut Nazilah pada rakaat terkahir shalat Jumat (besok-red), dengan hajat bermohon kepada Allah SWT agar segera turun hujan dan Kota Jambi terhindar dari dampak kabut asap.

Sementara itu, khatib ustadz H Muhammad Amin Abdullah berpesan kepada masyarakat Kota Jambi khususnya, agar menyempurnakan ibadah dan berdoa kepada Allah SWT. Selain itu, ia juga berpesan khusus agar ummat muslim memunaikan kewajiban bersedekah atau mengeluarkan zakat, karena menurutnya karunia hujan dari Allah tidak akan turun dan tertahan karena masih adanya orang-orang yang enggan bersedekah.

“Ketika orang-orang enggan membayar zakat, maka hujan akan tertahan untuk turun. Jika di antara kita belum menyempurnakan zakat, sempurnakan lah. Karena ini salah satu bentuk pertolongan Allah kepada kita, melalui turunnya hujan,” sebutnya.

Tak hanya zakat, namun lanjutnya, perilaku manusia itu sendiri juga perlu diperbaiki. Di antaranya yakni dengan lebih bertakwa kepada Allah SWT dan menjalankan perintah-Nya.

“Masjid bermegah-megah dibangun diharapkan diimbangi dengan ketaatan kita untuk beribadah di sana,” tutupnya.

Shalat Istisqa atau shalat minta hujan dengan bermohon kepada yang maha kuasa, dianggap dapat menjadi salah satu cara mengantisipasi kekeringan dan dampak kabut asap di Kota Jambi. (03-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *