Wali Kota Fasha Kembali Buka Didikan Subuh Kota Jambi

Fasha : “Perda Pemberantasan Buta Aksara Al-Quran untuk jaga generasi Kota Jambi yang berakhlak dan berbudaya”

JAMBI – Setelah sukses terselenggara selama 4 tahun terakhir, Pemerintah Kota Jambi bersama Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, secara resmi kembali mulai menyelenggarakan Program Didikan Subuh Kota Jambi untuk tahun 2020.

Bertempat di Masjid Al Hikmah Pepabri Kelurahan The Hok Kecamatan Jambi Selatan (2/2), Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME didampingi Wakil Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM dan Kakan Kemenag Kota Jambi Drs. H. Rusli Adam, M.Hi. membuka secara resmi kegiatan Didikan Subuh Kota Jambi Tahun 2020.

Kegiatan yang bertujuan utama untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam sejak usia dini itu, juga menjadi wadah yang efektif dalam penguatan ilmu agama terhadap anak-anak di Kota Jambi.

Pendidikan Subuh berbasis masjid, memang saat ini diharapkan dapat menggalakkan anak-anak untuk mencintai dan memakmurkan masjid. Kegiatan itu diawali dengan salat subuh berjamaah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Fasha menyampaikan bahwa program Didikan Subuh yang diselenggarakan bersama oleh Pemkot Jambi dan Kantor Kemenag Kota Jambi itu, bernilai positif dalam membangun akhlak generasi muda Kota Jambi sedari dini.

“Kegiatan didikan subuh bagi anak-anak ini sudah memasuki tahun ke-4 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Jambi bersama dengan Pemerintah Kota Jambi. Kegiatan didikan subuh ini sengaja dilaksanakan tidak lain untuk mencetak anak-anak, agar mengerti tugas dan tanggung jawabnya selaku umat muslim dan juga sekaligus mengajarkan mereka berbagai hal yang terkait dengan akhlak dalam agama Islam,” jelas Fasha dalam sambutannya.

Lebih lanjut Fasha juga menjelaskan bahwa kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap minggu di berbagai masjid dalam wilayah Kota Jambi itu, juga dalam rangka mengimplementasikan Peraturan Daerah Kota Jambi tentang Pemberantasan Buta Aksara Al-Quran di Kota Jambi.

“Kegiatan ini juga guna mensukseskan Perda Pemberantasan Buta Aksara Al-Quran yang sudah di keluarkan oleh Pemerintah Kota Jambi, yang akan di laksanakan di tahun 2020 ini. Mudah-mudahan kegiatan ini akan berlanjut terus menerus yang bernilai positif dalam mendidik anak-anak kita, untuk selalu hidup dalam akhlak dan budaya yang sesuai tuntunan Islam,” sebut Fasha.

Sebagaimana diketahui, komitmen Wali Kota Jambi Syarif Fasha dalam memajukan syiar Islam dan membumikan Al-Quran tidak perlu diragukan lagi. Selain rutin menggelar perayaan hari besar agama dan berbagai tabligh akbar sebagai bagian dari syiar Islam, Wali Kota Fasha juga menanamkan pondasi kuat dalam syiar Islam dari lingkungan terkecil.

“Ini bentuk implementasi visi kami, yaitu menjadikan Kota Jambi pusat perdagangan dan jasa berbasis masyarakat yang berakhlak dan berbudaya. Dan ini salah satu adalah untuk mewujudkan visi kami tersebut, mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi anak-anak kita semua yang kelak nanti mereka akan menggantikan kita kedepannya,” harap Fasha.

Selain itu, Syarif Fasha juga mengucapkan terima kasihnya kepada para orang tua, yang telah mengizinkan anak-anak mereka untuk melaksanakan salat subuh di masjid dan mengikuti kegiatan tersebut.

Terkait dengan program penghafal cilik, sebelumnya, Wali Kota Jambi di akhir tahun lalu (2019-red.) telah mewisuda 1.070 hafizh dan hafizah cilik dari sekolah SD dan SMP negeri se-Kota Jambi. Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipatnya dibanding tahun sebelumnya 2018 lalu. Bahkan untuk tahun 2020, Fasha menargetkan akan mewisuda 2.000 penghapal Al-Quran cilik dari berbagai sekolah negeri di Kota Jambi.

Meningkatnya jumlah penghapal cilik Al-Quran di Kota Jambi itu tidak terlepas dari keseriusannya dengan mengangkat para hafizh-hafizah Al-Quran sebagai tenaga pengajar Al-Quran di berbagai sekolah negeri di Kota Jambi. Berbagai dukungan lain juga dilakukan untuk merealisasikan upaya tersebut. Seperti menggalakkan pengajian antara Maghrib dan Isya yang rutin dilaksanakan untuk membudayakan gemar baca Al-Quran dan memberantas buta aksara Al-Quran di masjid-masjid, langgar-langgar, taman-taman pelajaran Alquran (TPA) dan lain-lain di Kota Jambi.

Pemberian insentif kepada guru ngaji, pengurus masjid, bahkan fardhu kifayah (pemandi jenazah) pun juga dilakukan sebagai upaya penguatan syiar Islam di Kota Jambi. Selain itu Pemkot juga rutin menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an, termasuk Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) tingkat Kota Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *