Di Kerinci, Fasha Sebarkan Virus Kewirausahaan

SUNGAI PENUH, KERINCI – Kembali menginjakkan kaki di Bumi Sakti Alam Kerinci, Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME, tebarkan virus positif tentang jiwa kewirausahaan di hadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sakti Alam Kerinci (SAK)

Bertempat di Kampus I STIE SAK Sungai Penuh, Rabu pagi (5/2), orang nomor satu di Kota Jambi itu mengangkat tema besar duni kewirausahaan (entrepreneur), yaitu “Menumbuhkan Semangat Kewirausahaan (Entrepreneurship) untuk Meningkatkan Potensi Lokal Tanah Bumi Sakti Alam Kerinci” dalam konsep seminar ilmiah yang bertajuk “NGOPI” atau Ngobrol Pintar bersama Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME.

Turut hadir pada seminar tersebut, seluruh Civitas Akademika STIE Sakti alam Kerinci, Ketua Yayasan, Ketua STIE SAK Dr. Alvia Santoni, MM, dan mantan Wakil Bupati Kerinci, Zainal Abidin.

Kehadiran Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN di STIE SAK itu, merupakan untuk kali kedua, setelah sebelumnya ditahun lalu Wali Kota Fasha mengisi Kuliah Umum dalam rangka Yudisium STIE SAK.

Seperti biasa dalam setiap paparannya, Wali Kota yang telah menerbitkan buku inspiratif berjudul “Bocah Minyak Jelantah” itu senantiasa membangkitkan “gairah” motivasi dan semangat mahasiswa sebagai generasi masa depan bangsa, dalam menghadapi tantangan masa depan.

Hal tersebut senada dengan sambutan Ketua STIE SAK, Dr. Alvia Santoni, MM, yang menyampaikan bahwa kampus mereka begitu merasa berbangga dapat menghadirkan kembali tokoh nasional yang kini sukses menjadi pemimpin visioner di tingkat Provinsi Jambi.

“Kami begitu antusias menyambut kehadiran Bapak Wali Kota Fasha untuk kedua kalinya dikampus kami, ditengah kesibukan Bapak. Mahasiswa begitu bersemangat, hingga kursi yang tersedia tidak mencukupi dan melebihi kapasitas ruangan aula kami ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Kampus yang juga Doktor Ilmu Ekonomi itu menyampaikan harapannya agar mahasiswa STIE SAK mampu mengambil kesempatan ini untuk menggali lebih jauh berbagai pelajaran dari sosok seorang Syarif Fasha.

“Kita tidak hanya melihat beliau dari figur sebagai seorang Wali Kota, namun karena kisah sukses dan perjuangan beliau, dari seorang anak miskin, hingga menjadi seorang tokoh yang sukses, seperti kita lihat saat ini. Kami harapkan Bapak dapat memberi motivasi kepada kita, generasi penerus bangsa, untuk mengikuti kiat sukses beliau, ditengah kondisi masa kini yang penuh tantangan ini,” pungkasnya.

Dalam paparannya, Wali Kota Fasha lebih banyak menyampaikan kiat sukses “best practice” dirinya membangun potensi diri dibidang kewirausahaan dan peran generasi muda, untuk ambil bagian dalam tantangan kemajuan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, saat ini kita telah menghadapi era industri 4.0 ditambah dengan kedepan kita dihadapkan dengan bonus demografi. Masa kami akan segera habis. Saat ini giliran kalian yang maju menggantikan kami,” sebut Fasha mengawali paparannya.

Lebih lanjut, Fasha menjelaskan bahwa keunggulan komparatif dibidang teknologi, merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi dan era industri 4.0.

“Bangsa yang menguasai teknologi adalah bangsa yang akan menguasai dunia. Begitu pula dengan pemuda yang menguasai teknologi adalah pemuda yang menguasai masa depannya,” jelas Fasha.

Dalam kesempatan itu, Fasha mengungkapkan pentingnya menambahkan keahlian “soft skill” pada mahasiswa di kampus yang notabene bukan jalur pendidikan vokasi.

“Sebagai masukan, STIE SAK perlu memasukkan vokasi dalam kurikulum, sebagai bekal bagi mahasiswa dalam menjawab tantangan masa depan. Misalnya dengan mengubah pola Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi program magang, turun terjun langsung kelapangan dunia kerja, sehingga mereka memiliki softskill,” tegas Fasha.

Mengakhiri paparannya, Fasha banyak memberikan kiat membangun potensi sumber daya alam luar biasa yang dimiliki Bumi Sakti Alam Kerinci, yang jika dimanfaatkan dengan baik dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Tantangan kedepan begitu luar biasa. Tugas kami adalah menyiapkan kalian untuk masa depan. Namun ingat perjuangan dimasa depan, sesungguhnya berada ditangan kalian sendiri. Ayo mandiri dan menjadi pejuang dengan menjadi entrepreneur. Sikap dedikasi, kecintaan pada apa yang dikerjakan adalah kunci utama kesuksesan. Ambil keputusan yang tepat untuk masa depan. Miliki jiwa kompetitif, siap berkompetisi, teguh pada pendirian, memiliki kejujuran, disiplin dan kerja keras. Kemampuan yang baik dalam mengeksplorasi diri, adalah ciri seorang pemimpin. Kalian semua punya potensi, tinggal memunculkan potensi tersebut menjadi sebuah keunggulan. Kenali dirimu, kuasai dengan tekun dan tetap istiqomah,” pungkas Fasha.

Seperti biasa dalam berkegiatan ilmiah di kampus, Wali Kota Fasha senantiasa membuka ruang interaktif dirinya dengan mahasiswa dan dosen yang hadir. Sebagai timbal balik, Fasha menghadiahkan buku biografinya yang berjudul “Bocah Minyak Jelantah” sebagai hadiah yang memiliki nilai manfaat bagi sesama.

Kegiatan Fasha di salah satu kampus di Sungai Penuh itu diakhiri dengan acara peletakan batu pertama pembangunan tempat wudhu Masjid Nurul Furqon, yang baru saja rampung. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Fasha turut mendermakan dana bagi pembangunan tempat wudhu yang memang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa kampus tersebut.

Kunjungan kerja Wali Kota Fasha di Kabupaten Kerinci juga dirangkai dengan acara sosial kemasyarakatan, yaitu penyerahan bantuan kursi roda gratis bagi 5 orang warga masyarakat penyandang disabilitas, yang berdomisili di Desa Sungai Tanduk dan Desa Mekar Sari Kayu Aro Kabupaten Kerinci.

Kegiatan penyerahan bantuan kursi roda gratis yang telah diinisiasinya sejak periode pertama menjabat sebagai Wali Kota Jambi itu, kini turut pula dirasakan manfaatnya oleh masyarakat daerah lain, seperti di Kabupaten Kerinci tersebut.

Di Desa Sungai Tanduk yang berada di kaki gunug Kerinci itu pula, Wali Kota Fasha berkesempatan menutup kejuaraan sepakbola antar desa se-Kabupaten Kerinci. Kehadiran Wali Kota Jambi itupun disambut dengan antusias oleh warga setempat, karena kabar kemajuan Kota Jambi juga terdengar santer oleh mereka, dan mereka juga memiliki harapan yang sama agar daerahnya dapat ikut maju bersama Kota Jambi kedepannya di tangan dingin seorang Syarif Fasha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *