Masa Isolasi ; Catatan Kecil Syarif Fasha (3)

JAMBI – Ini adalah catatan hari ke 5 Saya selama isolasi covid-19. Beberapa hari sebelum ini saya tidak menulis karena kondisi kesehatan Saya agak ngedrop tiba-tiba (badan menggigil, badan sakit semua, kepala sakit, napas agak pendek) sehingga harus dibantu alat pernapasan dan beberapa kali harus diberikan pengobatan infus dan oral.

Saat menjelang sore kondisi normal, namun memasuki jam 8 malam kondisi kembali ngedrop dengan suhu tubuh 38,9 derajat, badan kembali menggigil.

Saya diberikan beberapa cairan obat yang dimasukkan melalui infus dan melalui oral. Saya juga langsung minta obat tidur, sehingga 1 jam dari suasana kritis saya langsung tertidur.
Memang benar apa yang dikatakan dokter, bahwa masa kritis adalah memasuki hari ke 9, 10, 11, 12, 13, 14, dan kita harus berupaya melewati masa kritis tersebut.

Hari ini (17/9) Saya memasuki hari ke 11 semenjak Saya demam pertama kali. Banyak sekali ucapan dan kiriman buah serta kue dari rekan-rekan saya, tapi sayang, buah dan kuenya terlalu banyak, gak bisa saya makan semua. Mau dibagikan ke security pada takut semua, karena dari kamar Covid, sehingga banyak yang terbuang percuma. Namun demikian, perhatian dari teman dan sahabat semua sudah lebih dari cukup.
Saya dapat kiriman juga dari anak-anak Saya, para guru Tahfiz Kota Jambi. Terimakasih, mohon doakan bapak ya nak..

Dan juga kepada para rekan-rekan Saya walikota/bupati yang mengirim ucapan dan buah tangan, saya ucapkan terima kasih.

Terima kasih juga kepada sahabatku DORI Jambi yang mengirim sayur pindang patinnya.
Saya mendapat kiriman video hampir semua SMP pemerintah dan semua Kantor OPD, Camat dan mesjid-mesjid di Kota Jambi mendoakan kesembuhan buat saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *