Hari Ini Fasha Kembali Ngantor Setelah Sembuh dari Covid-19

Dan Sampaikan Pesan Saat Mengenang 40 Hari Wafatnya Bian

JAMBI – Setelah kurang lebih dua bulan Walikota Jambi, Dr H Syarif Fasha, ME menjalani perawatan Covid-19, kini dirinya setelah dinyatakan sembuh.

Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, Wali Kota Jambi Syarif Fasha kembali ngantor. Terhitung Senin (hari ini-red) Fasha akan kembali mengendalikan pemerintahan Kota Jambi langsung Balaikota. Demikian sumber dari Humas Kota Jambi yang disampaikan kepada media ini, Sabtu (31/11).

Menurutnya, pada Senin pagi, Fasha akan langsung memimpin apel jajaran pejabat utama, para Kepala OPD, Camat serta Lurah se-Kota Jambi

“Ya, Alhamdulillah, Senin (hari ini-red) beliau mulai masuk kantor dan langsung memimpin pemerintahan di Balaikota. Sebetulnya dalam kondisi masa isolasi pun beliau selalu memonitor perkembangan pemerintahan Kota Jambi, termasuk memberikan arahan-arahan strategis yang kemudian ditindaklanjuti oleh bapak Wakil Wali Kota beserta jajaran OPD,” ujar Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar.

Menurut Abu Bakar, selain melaksanakan proyeksi pembangunan yang telah di canangkan di tahun 2020 yang sudah memasuki triwulan akhir, Fasha juga tetap akan fokus pada penanganan Covid-19.

“Tetap akan memperioritaskan percepatan penanganan Covid-19, karena hal tersebut telah memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat di Kota Jambi,” terang Abu Bakar.

Sebelumnya pada Jumat (30/10/2020) malam, setelah salat isya, diadakan acara doa bersama dan tahlil dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya putra bungsu Wali Kota almarhum Muhammad Fabiansyah Putra.

Acara yang dilaksanakan di area terbuka halaman depan Griya Mayang rumah dinas jabatan Walikota Jambi. Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pada kegiatan tersebut tampak protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Sebelum memasuki lokasi acara para hadirin yang datang pun dengan tertib mengantre untuk mencuci tangan dan dicek suhu tubuhnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan khusyu’ itu diawali dengan pembacaan surah Yaasin yang dipimlin oleh ustadz Muhammad Sulhi bin H Muhammad Daud Alhafizh, Lc, sementara pembacaan tahlil dan doa dipimpin ketua harian Masjid Raya Magatsari Ustadz Yahya Qadir. Sementara itu undangan yang hadir juga mendapatkan siraman rohani atau ceramah agama yang disampaikan oleh ustadz Dr. Hasbi Assidiqi.

Pada acara tersebut, Wali Kota Fasha memberi sambutan dihadapan jamaah yang hadir. Dalam sambutannya selain menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap masyarakat yang telah mendoakan almarhum Bian, Fasha juga memberikan nasehat terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Covid ini tidak bisa kita anggap remeh. kami ingatkan bapak ibu semua,” kata Walikota Jambi Sy Fasha, pada saat mengenang 40 hari wafat putra bungsunya Jumat malam (30/10), yang juga disiarkan secara virtual.

Fasha menyebutkan, siapupun bisa diserang Covid-19, baik Walikota, Gubernur, Ustadz, dan semua masyarakat jika lalai terhadap protokol kesehatan.

“Jika fisik kita kuat, memang tidak bergejala apa-apa, tapi saat pulang ke rumah bisa menularkan kepada keluarga kita. Bahayanya jika keluarga kita tidak kuat dan mempunyai penyakit penyerta,” imbuh Fasha.

Kata Fasha, pihaknya sebagai pemerintah sudah melakukan banyak upaya untuk mengingatkan masyarakat agar pentingnya penerapan protokol kesehatan. Bahkan pemberlakukan denda juga dilakukan untuk melindungi masyarakat.

“Ini karena kami sayang pada masyarkat semua. Jangan sampai ada yang menurunkan maser, pakai terus masker,” ujarnya.

Fasha mengungkapkan, awal dirinya terkena Covid-19 karena Ia menghormati temannya. Saat Ia makan bersama temannya, Ia memang tidak ikut makan, namun sebut Fasha, Ia membuka masker dan temannya beberapa kali batuk dihadapannya.
Setelah beberapa hari pertemuan itu temannya dinyatakan positif Covid-19.

“Saya ingatkan sekali, masker yang kita pakai ini mengurangi 70 persen resiko kita tertular Covid-19,” ujarnya.

Kata Fasha, dulu dirinya sering menurunkan masker saat berbicara memegang micropon, namun saat ini Ia mengaku tidak lagi berani.

“Saya tidak berani lagi, saya takut terkena keluarga saya dan ada yang menjadi korban lagi,” ungkapnya.

“Kita tetap harus jaga jarak, minimal 1 meter, terus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tambahnya.

Lebih lanjut Fasha berpesan kepada masyarakat, bahwa mantan pasien Covid-19 jangan dijauhi. Tidak perlu takut, karena mantan pasien covid-19 itu sudah dinyatakan sembuh melalui beberapa kali uji Swab dan rangkaian medis lainnya.

“Seharusnya mantan pasien covid yang takut pada masyarkat semua. Bukan masyarakat yang takut pada mantan pasien covid. Yang sudah terkena covid itu tentu Dia akan hati-hati sekali,” tutur Fasha dihapan keluarga dan kerabat saat menganag 40 hari almarhum putra bungsunya.

Fasha mengucapakan banyak terimakasih kepada keluarga, kerabat dan masyarakat Jambi yang telah memberi dukungan pada keluarganya dalam melalui cobaan tersebut. Terkhusus bagi keluarga ASN Pemkot Jambi. Setelah hampir 50 hari menjalani isolasi Fasha juga akan kembali ngantor pada pekan ini.

“Kami keluarga besar mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak ibu semua yang memenuhi undangan kami. Semoga keikhlasan bapak ibu mendapat pahala dari Allah. Kami terimakasih sekali sudah banyak dukungan dari masyakat, dari komunitas dan juga kelurga besar Pemkot Jambi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *