Sinergisitas Membangun Negeri, Dari Jambi Untuk Indonesia

oleh

Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas dan Sinergi membangun negeri itulah persembahan Kota Jambi untuk Indonesia. Dengan letak yang sangat strategis sebagai Ibukota Provinsi, menjadikan Kota Jambi sebagai etalase Provinsi Jambi. Pemerintah Kota Jambi terus aktif bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi dan pusat melakukan sinergisitas dalam berbagai bidang agar terjadi konektivitas pembangunan yang berkelanjutan.

Tanggal 28 Mei 2019, Kota Jambi genap beusia 618 tahun. Bersamaan dengan itu, Pemerintah Kota Jambi pun telah memasuki usia ke 73 pada tanggal 17 Mei lalu. Berbagai keberhasilan pembangunan, inovasi dan apresiasi telah mewarnai perjalanan pembangunan Kota Jambi. Dengan mengusung motto “Kota Jambi Terkini (Tertib, Ekonominya Maju, Rakyatnya Sejahtera, Kompetitif, Inovatif, Nyaman dan Iman)”, dibawah kepemimpinan Wali Kota Dr. H. Syarif Fasha, ME dan Dr. dr. H. Maulana, MKM telah banyak perubahan besar yang dilakukan dalam meningkatkan kapasitas kota di berbagai bidang dan sektor Pembangunan.

Rona fisik Kota Jambi pun saat ini jauh lebih estetik. Sarana prasarana dasar perkotaan semakin optimal dan diperluas akses serta juga cakupannya. Pembangunan lingkungan lebih ditujukan pada peningkatan kapasitas dan kearifan lokal yang berkelanjutan.

Segenap upaya yang dilakukan itu telah menjadikan Kota Jambi sebagai Role Model nasional dalam banyak hal. Banyak testimoni akan keberhasilan, kreatifitas dan inovasi yang telah dilakukan dalam Era Kebangkitan Kota Jambi menuju Kota Jambi Terkini disampaikan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar Kota Jambi. Berbagai keberhasilan tersebut, ditandai dengan diraihnya 119 penghargaan, baik di Tingkat Provinsi Jambi, Tingkat Nasional, dan bahkan Internasional.

MEMBANGUN KOTA PINTAR

“Kota Jambi Daerah Kedua di Indonesia Menerapkan E-TLE”

Duet kepemimpinan Wali Kota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME, bersama wakilnya Dr. dr. H. Maulana, MKM dalam membangun dan mengimplementasikan Kota Pintar (smart city) di Kota Jambi benar-benar komit.

Sejak dilantik dipenghujung 2018, Walikota Jambi Syarif Fasha bersama Wakil Walikota Maulana mulai tancap gas untuk mewujudkan Kota Jambi tertib, ekonomi maju, rakyat sejahtera, konfetitif, inovatif, nyaman dan iman (Terkini).

Kota Jambi merupakan daerah di Sumetera yang pertama memiliki ruang City Operation Centre yang diberi nama Jambi City Operation Centre (JCOC). Ruang tersebut merupakan ruang kendali Kota Jambi yang memantau aktivitas yang terjadi di Kota Jambi, termasuk memiliki fungsi memantau lalu lintas dengan mengimplementasikan aplikasi Area Trafict Control System (ATCS). Selain juga menampilkan informasi kota, JCOC juga memantau pengaduan masyarakat melalui aplikasi SIKESAL. Untuk mendukung implementasi JCOC, hampir setiap persimpangan di Kota Jambi sudah terpasang CCTV. Yang sangat membanggakan dari implementasi Smart City Kota Jambi tersebut, adalah dengan diterapkannya Electronic Trafict Law Enformence (E-TLE) atau yang disebut dengan tilang elektronik yang dilaunching awal Desember 2018 silam. Kota Jambi merupakan daerah kedua yang menerapkan E-TLE di Indonesia setelah DKI Jakarta. Penerapan E-TLE yang bekerjasama dengan Polresta Jambi itu diyakini dapat memantau dengan cepat, efektif dan efisien terhadap pelanggar lalu lintas di Kota Jambi.

Atas wujud itu, Pemerintah Kota Jambi mendapat apresiasi dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo Republik Indonesia sebagai sebagai salah satu dari 25 daerah percontohan (pilot project) impelementasi Smart City di Indonesia. Selain itu Pemerintah Kota Jambi juga mendapat apresiasi dari salah satu majalah nasional terkemuka yang bergerak dalam bidang IT dan telekomunikasi, IT Works, yang menginisiasi Event TOP IT & TELCO 2018. Kota Jambi berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu Top Leader on IT Leadership 2018 dan Top IT Improvement 2018. Sementara pada tahun 2019 ini Kota Jambi kembali diberi apresiasi secara nasional dengan meraih Top Inspiring e-Government System.

Kota Jambi memang telah bertransformasi sebagai kota yang mengimplementasikan konsep smart city dengan baik di Indonesia. Berbagai kegiatan pemerintah dan pelayanan publik telah diimplementasikan dalam bentuk aplikasi pelayanan berbasis teknologi informasi.

Pemkot Jambi saat ini telah meluncurkan 50 aplikasi guna menunjang kinerja Pemerintah Kota Jambi dan pelayanan publik. Aplikasi tersebut diantaranya E-TLE, Si Kesal (Sistem Informasi Keluhan Masyarakat Online), Dishub Sign On, Dishub Smart, Si Raja Koja (Sistem Informasi Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Kota Jambi), Aplikasi Perizinan, Info PBB Online, Aplikasi Kota Jambi (Informasi seputar Kota Jambi), Digitalisasi Arsip Kepegawaian, Aplikasi Kliping Digital, dan Aplikasi PPID (Permohonan Informasi Publik).

Dengan hadirnya berbagai aplikasi pelayanan masyarakat tersebut, Pemkot Jambi berharap pelayanan pemerintah kepada masyarakat dapat berjalan dengan efektif dan optimal, serta dapat menjawab tantangan masyarakat kekinian akan kebutuhan sistem pelayanan yang cepat, terpadu, murah dan efisien.

Apresiasi Smart City Kota Jambi juga mendapat apresiasi penuh Universitas Indonesia (UI). Setidaknya apresiasi dari kalangan dunia akademis itu ditunjukkan dengan diundangnya Wali Kota Jambi Syarif Fasha sebagai pembicara
pada Talk Show Nasional yang bertajuk Universitas Indonesia (UI) Industry and Government (I-GOV) Expo 2018, yang berlangsung di Balairung Kampus UI Depok. Acara yang di selenggarakan salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia ini, bertujuan mewujudkan konsep “Pentahelix” yang terdiri dari akademisi, pemerintahan, industri, media massa dan masyarakat.

Dalam presentasinya, Wali Kota Fasha memamparkan implementasi smart city yang diimplementasikan oleh Pemda di seluruh Indonesia, termasuk memaparkan kondisi smart City terkini di Kota Jambi.

“Di Indonesia, banyak daerah yang salah kaprah dalam memaknai konsep smart city. Banyak diantaranya yang berpikir bahwa smart city hanya bercerita tentang seputar IT, internet, CCTV, dan lainnya. Smart city konteksnya lebih dari itu. Seperti yang ada di Kota Jambi, smart city adalah sebuah konsep yang menciptakan sebuah kota pintar dalam mengatasi berbagai persoalan dan keterbatasan, kota yang membangun kenyamanan bagi masyarakatnya, dan kota yang memanusiakan masyarakatnya. Kota Jambi dibangun dengan konsep inovasi, karena kami dihadapkan dengan berbagai keterbatasan, baik anggaran, infrastruktur dan teknologi, namun kami punya potensi SDM, dari poin itu kami memulai smart city itu,” papar Fasha dalam talk show tersebut.

Fasha menjelaskan bahwa inovasi hadir untuk mengatasi berbagai masalah masyarakat urban perkotaan. Berbagai layanan publik berkualitas, lingkungan hidup dan infrastruktur dapat dipenuhi dengan inovasi. Oleh karenanya menurut Fasha, peran kepala daerah harus ada untuk berinovasi, menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kunci sukses dalam membangun konsep smart city adalah komitmen, inovasi dan sustainability. Inovasi yang diciptakan harus sustainable, dalam artian jika kepemimpinan berganti, sistem sudah ada dan handal, serta dinamis mampu menyesuaikan kebutuhan dan perubahan teknologi. Kepala daerah harus punya komitmen dalam membangun smart city, punya konsep dasar yang harus disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya, jangan latah mengadopsi namun tidak dibutuhkan,” urai Fasha.

Menurut Fasha, implementasi smart city di Kota Jambi, berjalan sejak awal kepemimpinannya, roadmap fondasi smart city telah dirangkai dengan matang. Awal kepemimpinan merupakan periode membangun inovasi dan pada tahun ketiga mulai meranjak pada investasi infrastruktur IT, alhasil pada tahun ke 4 dan ke 5 pemerintahannya, smart city telah impelentatif di Kota Jambi.

PEDULI LINGKUNGAN ; PEMBATASAN KANTONG PLASTIK dan VONIS 20 JUTA PEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN

MemasukI awal 2019 Pemerintah Kota Jambi membuat kebijakan baru terkait pembatasan kantong plastik. Pusat perbelanjaan dan ritel modern di Kota Jambi dilarang menyediakan kantong plastik bagi konsumen. Konsumen diminta membawa kantong belanja sendiri dari rumah. Kampanye pembatasan kantong plastik pun dilakukan secara massif di Kota Jambi. Untuk melaksanakan hal tersebut, Pemerintah Kota Jambi menerbitkan Peraturan Wali Kota Jambi (Perwal) nomor 61 tahun 2019 tentang Pembatasan Penggunaan Kantong Belanja Plastik.

Hal tersebut dilakukan Pemerintah Kota Jambi untuk mereduksi sampah plastik serta menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan akibat sampah plastik. Pelaksanaan pengurangan penggunaan kantong plastik oleh pemerintah kota Jambi merupakan amanat dari UU nomor 18 tahun 2008, PP nomor 81 tahun 2012, dan Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Wali Kota nomor 54 tahun 2018 tentang Kebijakan Strategis Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, serta juga amanat dari kebijakan kebijakan strategis nasional untuk pengurangan timbulan sampah disumber sampai 30% hingga tahun 2025.

Untuk menjalankan strategi tersebut maka pemerintah Kota Jambi membuat suatu kebijakan yang diawali dengan pembatasan penggunaan kantong plastik di pusat-pusat perbelanjaan dan toko modern. Kebijakan itu dilaksanakan mulai 1 Januari 2019 lalu.

Pemerintah Kota Jambi juga tidak main-main dengan pelaku pembuang sampah sembarangan. Memasuki triwulan ke 2 tahun 2019 ini, setidaknya sudah ada 4 orang pelaku pembuang sampah yang diajukan penyidik PPNS Pemerintah Kota Jambi ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Diantaranya pada Januari 2019 lalu, salah seorang pelaku (AJS) pembuang sampah sembarangan dan melebihi volume dijatuhi vonis denda PN Jambi sebesar 20 juta rupiah subsider kurungan 1 bulan 15 hari. AJS dijatuhi hukuman denda setelah terbukti melanggar ketentuan dalam Peraturan Wali Kota Jambi nomor nomor 84 tahun 2018 tentang Tata Cara Penerapan Sanksi Administrasi Peraturan daerah Kota Jambi nomor 8 tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

KINERJA EKONOMI MELAJU PESAT

Kinerja ekonomi Kota Jambi sepanjang Tahun 2018 cukup baik, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Jambi tumbuh 5,48 persen. mengalami peningkatan dari tahun 2017 yang sebesar 4,68.

LPE Kota Jambi Tahun 2018 ini melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang sebesar 4,71 persen, dan juga nasional yaitu 5,17 persen. Tahun 2019 Total APBD Kota Jambi adalah Rp 1,71 Triliun, dengan komposisi antara Belanja Langsung dengan Belanja Tidak Langsungnya adalah 55,88 berbanding 44,12 persen.

Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa di Koridor Tengah Sumatera, Pemkot Jambi terus mempertajam tujuan dan capaian program-program pembangunan di bidang ekonomi yang diarahkan untuk peningkatan investasi, pembangunan dan peningkatan infrastruktur perdagangan dan jasa. Pada Tahun 2018 lalu Nilai Investasi PMDN pada sektor-sektor ekonomi unggulan yang tercatat melalui penerbitan Izin Prinsip sebesar Rp 426,9 Milyar lebih, dengan realisasi pada tahun berkenaan sebesar Rp 317,7 Milyar lebih.

Untuk meningkatkan geliat ekonomi perkotaan dan pariwisata, Pemerintah Kota Jambi juga melaksanakan berbagai even skala nasional sebagai upaya mengembangkan industri wisata melalui konsep Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition, baik even pemerintahan, komersil, ilmu pengetahuan dan teknologi, Seni budaya dan juga Olahraga.

PENINGKATAN SDM ; SIAPKAN KARTU JAMBI CERDAS

Dalam upaya mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Produktif dan Berdaya Saing, Pemkot Jambi tetap fokus mewujudkan terselenggaranya pendidikan yang bermutu dan layak serta terjangkau melalui berbagai program yang terarah, terukur, tepat sasaran dan berkelanjutan. Misalnya, pemberian kartu JAMBI CERDAS bagi siswa tidak mampu; meningkatkan jumlah even-even bertajuk peningkatan prestasi akademik, seni budaya, olahraga  serta iman dan taqwa.

Program buta aksasra Alquran dan peningkatan generasi penghafal Alquran di Kota Jambi pun gencar dilakukan. Pada Tahun 2019 Pemerintah Kota Jambi telah merekrut 180 orang Guru Tahfidz, dan Alhamdulillah pada tanggal 2 Mei yang lalu Pemkot Jambi telah mewisuda 450 orang siswa SD dan SMP Hafizh Alquran juz 29 dan 30. Diharapkan pada bulan Nopember yang akan datang Pemkot akan mewisuda 550 orang lagi. Dan pada Tahun 2020 Pemkot menargetkan mewisuda 2.000 siswa SD dan SMP dengan hapalan minimal 1 juz.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi tercatat sebesar 76.14, angka ini jauh melampaui IPM Provinsi Jambi 69,99 dan IPM Nasional 70,81 pada Tahun yang sama.

KESEHATAN YANG MANUSIAWI ; FASILITASI DENGAN KARTU JAMBI BUGAR

Dibidang kesehatan, Pemerintah Kota Jambi terus mengupayakan kemudahan dan peningkatan akses pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas.

Saat ini Pemkot Jambi melakukan inovasi pemberian kartu JAMBI BUGAR untuk memastikan pelayanan kesehatan menjangkau seluruh masyarakat.

Disamping itu, untuk meningkatkan kecepatan layanan, efisiensi dan efektivitas operasionalisasi RSUD H. Abdul Manap, RSUD H. Abdurahman Sayoeti dan juga Puskesmas-puskesmas yang tersebar di Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi telah menjalankan sepenuhnya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Selain itu juga didukung oleh keberadaan Rumah Sakit/Klinik Swasta yang telah berkembang dengan pesat.

Untuk peningkatan layanan ini pula, saat ini Dinas Kesehatan Kota Jambi telah memiliki 2 unit mobil layanan cepat “home care” untuk melayani pasien dirumah bagi pasien yang tidak dapat datang langsung ke instalasi pelayanan kesehatan. Pemkot juga menyediakan layanan kegawatdaruratan melalui public service center (PSC) 119 yang siaga 24 jam.

Selanjutnya, untuk memastikan Pelayanan Kesehatan menjangkau seluruh lapisan Masyarakat, Pemerintah Kota Jambi telah menyediakan anggaran sebesar Rp 6,7 Miliar untuk Pembayaran Premi bagi 24.282 jiwa masyarakat miskin dan pembayaran pengobatan pasien kurang mampu yang tidak ter-cover dalam program pemerintah. Sehingga saat ini dari APBD Provinsi dan APBN, maka total coverage Pemkot Jambi sudah mencapai 100%.

INFRASTRUKTUR PERKOTAAN

Dalam mewujudkan peningkatan infrastruktur perkotaan, Pemkot Jambi tidak hanya melakukan pembangunan fisik saja, namun juga telah dilaksanakan berbagai kegiatan untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup yang bersih, hijau dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Jambi juga terus menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional di bidang lingkungan melalui kementerian dan lembaga pemerintah pusat.

Pada tahun 2019 ini akan dilaksanakan pembangunan Instalasi Sewerage System Air Limbah Skala Kota di Jambi Timur bernilai Rp 650 Milyar, yang saat ini pada tahap finalisasi tender dan juga Pembangunan TPA Sanitary Landfill bernilai Rp 250 Milyar sudah tahap pekerjaan serta sampai saat ini bobot fisiknya sudah mencapai 50%. Kedua proyek hibah bantuan Luar Negeri tersebut mencapai ± Rp 900 Milyar.

Selain itu juga, Pemkot terus mengawal implementasi dari kebijakan pengelolaan lingkungan hidup dan peningkatan estetika Kota, termasuk menerapkan dan mempertajam beberapa inovasi daerah, misalnya Gerakan Diet Kantong Plastik, Gerakan Sejuta Biopori, Komitmen Kota Hijau dan Gerakan Menanam Pohon, Perluasan Pengembangan RTH, Bank Sampah, Bangkit Berdaya, termasuk program Kampung Bantar yang beberapa waktu lalu meraih penghargaan Indonesia Inovasion Award 2019.

PELAYANAN PUBLIK YANG BERKUALITAS

Untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang berkualitas, pemerintah Kota Jambi telah menerapkan prinsip-prinsip New Public Service yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara demokratis, adil, merata, tidak diskriminatif, jujur dan akuntabel serta memanfaatkan kemajuan IT dalam merespon era digital dan peningkatan pelayanan yang prima.

Di bidang Aparatur Pemkot terus mereformasi tata kelola pemerintahan dan ASN, melalui peningkatan efektifitas OPD, penempatan pegawai yang kapabel dan berintegritas serta mengupayakan peningkatan keterampilan, keahlian dan kecakapan ASN. Untuk maksud tersebut, Pemkot elah menjalin kerjasama peningkatan SDM dengan Pemerintah Singapura, Korea Selatan dan China sejak Tahun 2014. Hingga saat ini, Pemkot  telah mengirimkan lebih dari 200 ASN untuk studi di negara-negara dimaksud, dengan pembiayaan ditanggung oleh negara-negara tersebut.

Keberhasilan pembangunan yang telah dicapai tersebut adalah buah dari keyakinan dan upaya yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak dan seluruh masyarakat Kota Jambi yang bersinergi dalam harmoni mewujudkan Visi Kota Jambi sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa Berbasis Masyarakat yang Berakhlak dan Berbudaya dengan mengedepankan Pelayanan Prima. (*)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *