SEPUTARJAMBI.COM-Kinerja investasi Kota Jambi menunjukkan akselerasi yang signifikan sepanjang 2026. Hingga Triwulan III 2026, akumulasi realisasi investasi mencapai sekitar Rp1,530 triliun, melampaui target tahunan sebesar Rp1,509 triliun. Capaian ini menegaskan semakin kuatnya aktivitas penanaman modal di Kota Jambi sekaligus menjadi sinyal positif bagi prospek pertumbuhan ekonomi daerah.
Lonjakan paling mencolok terlihat pada realisasi investasi Triwulan III 2026 yang mencapai Rp896,78 miliar, meningkat sekitar Rp729,80 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp166,98 miliar. Secara tahunan (year-on-year), angka tersebut tumbuh sekitar 437,06 persen. Artinya, nilai investasi pada Triwulan III 2026 mencapai lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi Abu Bakar, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/10/2026).
“Alhamdulillah, pertumbuhan investasi Kota Jambi terus meningkat. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui aplikasi Satu Data BKPM, realisasi investasi Kota Jambi di kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp896,78 miliar. Angka ini meningkat sebesar Rp729,80 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp166,98 miliar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abu Bakar mengungkapkan bahwa capaian investasi Kota Jambi tidak hanya ditandai oleh lonjakan pertumbuhan pada Triwulan III, tetapi juga keberhasilan melampaui target realisasi investasi tahunan yang telah ditetapkan. Bahkan, capaian tersebut telah menembus lebih dari 100 persen dari target 2026.
“Yang juga patut kita syukuri, akumulasi realisasi investasi Kota Jambi hingga Triwulan III 2026 telah mencapai sekitar Rp1,530 triliun, atau setara dengan 101,41 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1,509 triliun. Artinya, target realisasi investasi tahun 2026 sudah berhasil kita lampaui, dengan capaian sekitar Rp21,34 miliar di atas target. Padahal, kita masih memiliki waktu kurang lebih dua bulan hingga akhir tahun. Dengan tren pertumbuhan yang sangat positif ini, kami optimistis realisasi investasi Kota Jambi masih berpotensi meningkat lebih tinggi hingga penutupan tahun 2026,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penguatan tata kelola pelayanan perizinan dan penanaman modal, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Jambi dalam membangun iklim investasi yang kondusif, memberikan kepastian berusaha, dan meningkatkan kepercayaan para pelaku usaha.
“Pertumbuhan investasi sebesar 437,06 persen pada Triwulan III 2026 ini tidak hanya mencerminkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga menjadi indikator positif atas semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi ekonomi daerah, kepastian berusaha, serta kualitas pelayanan perizinan yang terus kami tingkatkan. Kami akan terus mendorong terciptanya ekosistem investasi yang kompetitif, efisien, dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Ia menegaskan, DPMPTSP Kota Jambi akan terus memperkuat kualitas pelayanan perizinan serta mendorong kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Langkah tersebut penting agar realisasi investasi dapat terpantau secara akurat dan iklim usaha semakin kompetitif.
“Penguatan pelayanan perizinan, kemudahan berusaha, dan kepatuhan pelaporan LKPM merupakan bagian penting dalam memastikan investasi tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Kita berharap, setiap investasi yang masuk ke Kota Jambi dapat mendorong ekspansi usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pertumbuhan realisasi investasi merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan meningkatnya aktivitas penanaman modal dan dinamika perekonomian daerah. Capaian ini semakin memperkuat posisi Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa yang memiliki potensi ekonomi strategis serta prospek pertumbuhan yang menjanjikan.***


