SEPUTARJAMBI.COM, JAMBI- Terhitung tanggal 1 Oktober 2021 Pemkot Jambi akan memberlakukan sertifikat vaksinasi sebagai syarat masuk ke area fasilitas umum (Fasum) dan semua sektor kegiatan. Seperti sekolah tatap muka, menginap di hotel dan mengunjungi mall atau tempat keramaian lainnya.
Walikota Jambi Syarif Fasha menyampaikannya pada saat membuka pekan vaksinasi massal di Lapangan Mako Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi, Senin (6/9). Menurut Fasha, pada 1 Oktober nanti dia akan mengeluarkan Surat Edaran kepada hotel dan Mall agar pengunjung yang datang memperlihatkan sertifikat vaksinasi.
Sementara untuk sekolah tatap muka, direncanakan minggu ke tiga September ini, sebelum dilaksanakan, para peserta didik harus divaksin minimal dosis pertama. Hal itu supaya memberikan keamanan kepada para siswa dan juga tenaga pendidik. “Saat ini kita masih sosialisasi terlebih dahulu,” ungkap fasha
Kebijakan ini dikeluarkan karena persentase vaksinasi Covid-19 di Kota Jambi sudah cukup tinggi. Bahkan menjadi salah satu yang tertinggi Indonesia. “Di kota Jambi Kita sudah 65 persen untuk vaksinasi pertama, (vaksin) kedua 40 persen. Ini menandakan bahwa animo masyarakat kota Jambi luar biasa kesadarannya terhadap vaksin,” katanya. “Kami juga mengapresiasi orang tua yang telah membawa anak-anaknya untuk divaksin,” imbuhnya
Fasha menegaskan, pentingnya vaksin menghadapi pandemi sudah terbukti ampuh. Setidaknya mengurangi gejala dan mempercepat proses penyembuhan. Karena gejala yang ditimbulkan tidak terlalu parah dibanding orang yang belum divaksin. “Sebanyak 90 persen yang meninggal karena belum divaksin,” tegas fasha
Walikota Jambi Sy Fasha mengungkapkan saat ini kasus positif di Kota Jambi sudah mengalami penurunan. Berdasarkan data hingga Minggu 5 September 2021, jumlah kasus positif Covid-19 tinggal 648 orang. Jumlah itu menurun jika dibanding pada tanggal 23 lalu, dimana kasus positif mencapai 1.108 orang.
Saat ini rata-rata tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) hanya 28 persen. Untuk tempat tidur isolasi Covid-19 hanya 19 persen. “Kondisinya memang mengalami penurunan, ini salah satu dampak penyekatan seminggu lalu,” kata dia.(Omk)


