Wali Kota Jambi Sy Fasha Menekankan Kepada Kepala OPD Harus Tahu Masalah Terkecil

oleh

SEPUTARJAMBI.COM – Wali Kota Jambi Sy Fasha meminta kepada para kepala OPD, Camat, Kabag dan staf lainnya, untuk memahami dan mengetahui segala sesuatu terkait pekerjaan. Bahkan sampai yang paling kecil sekalipun.

Walikota Jambi Sy Fasha menyampaikan  usai penandatanganan kinerja bersama Sekda, kepala OPD, Camat dan lainnya di ruang pola kantor Walikota Jambi Senin (24/1/2022) siang.

Sejak penandatanganan ini dilakukan tahun 2016 lalu, Fasha menilai cukup banyak perubahan dalam hal kinerja bawahannya.

“Kami melaksanakan penandatanganan kinerja antara kami, bersama dengan perangkat daerah dan juga Sekda, Camat dan para Kabag. Ini sudah kami lakukan semenjak tahun 2016, Sampai dengan saat ini, ini terus berlangsung. Dan ini menjadi evaluasi bagi kami. Dan kami melihat hasilnya kesini sudah jauh lebih bagus,” ucap Fasha.

Sy Fasha memberikan contoh terkait dengan  Silpa. Dimana, sudah beberapa tahun ke belakang masalah Silpa sudah sangat minim.

Kinerja baik ini pun diminta Fasha untuk dipertahankan. Ia tak ingin lagi ‘penyakit’ lama yakni adanya pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan sampai akhir tahun anggaran.

“Contoh misalnya Silpa. Silpa juga yang diakibatkan ketidakmampuan OPD-OPD juga sudah sangat minim sekali. Tapi Silpa itu adalah sebagian besar itu karena efisiensi, hendaknya hal ini harus dipertanggungjawabkan terus oleh kepala OPD dan dijaga. Sehingga tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan, jangan sampai nanti begitu kami datang, ternyata di akhir tahun ada pekerjaan tidak bisa dilaksanakan karena human error, karena tidak ada kemampuan kepala OPD,” tegas  Fasha.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja para bawahannya, Fasha akan menerapkan sistem merit.

Dikutip di laman meritopedia.kasn.go.id tentang sistem merit dijelaskan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), sistem merit didefinisikan sebagai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, yang diberlakukan secara adil dan wajar dengan tanpa diskriminasi.

“Untuk ke depan kita akan melakukan sistem merit poin. TTP nanti berdasarkan merit poin. Ada basis terendah, ada basis tertinggi. Kalau ingin mendapatkan tertinggi maka kerjanya harus lebih banyak. Kalau puas dengan basis, ya sudah, puas dengan basis. Ini akan kita lakukan semua akan berbasis kinerja.” imbu Fasha

Fasha menilai semua OPD sudah bagus. yang di tekankan dan menjadi perhatian adalah  ada hal-hal kecil hal yang harus mereka tahu, pahami. Jangan sampai nanti mereka paham secara garis besarnya, tapi ada satu dua hal yang mereka tidak pahami.(Omk)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *