SEPUTARJAMBI.COM-Wali Kota Jambi, Syarif Fasha menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Kota Jambi, Kamis (25/8).
Bertempat di halaman belakang kantor Wali Kota Jambi Sy Fasha mengajak masyarakat Kota Jambi untuk dapat mencegah stunting. Di mana pada peringatan Harganas kali ini mengambil tema ‘ayo cegah stunting agar keluarga bebas stunting’, diharapkan tidak hanya sebagai bentuk simbolis saja. “Tetapi harus ada tindakan nyata,” jelas fasha
Stunting merupakan ancaman hilangnya satu generasi. Untuk itu fasha mengajak agar dapat memanfaatkan kesempatan mencegah stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil dan menyususi adalah kunci suksesnya. Saya ingatkan lagi, kesempatan untuk mencegah stunting itu ada pada 1.000 HPK. Kunci sukses untuk tidak stunting, adalah gizi seimbang dan gizi seimbang itu tidak mahal,” tambah Fasha.
Sy Fasha menjelaskan program keluarga berencana bukan sekadar program pengendalian pertumbuhan penduduk semata. Tetapi juga program pengaturan kelahiran, pengasuhan anak secara sehat dan manusiawai.
Momentum Harganas kali ini dapat membuka nurani keluarga dan masyarakat Kota Jambi khususnya, untuk lebih memberikan perhatian terhadap peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga dalam suasana komunikasi dan interaksi yang harmnonis yang pada akhirnya akan memberikan ketahanan keluarga yang baik. Untuk itu perlu diwujudkan komunikasi yang lebih terbuka di antara anggota keluarga itu sendiri maupun dengan masyarakat di lingkungannya.
Walikota Jambi Sy Fasha menghimbau pengelola KB di Kota Jambi agar meningkatkan kinerja, memberikan pelayanan ke mayarakat dengan baik. Pilihlah metodelogi dan cara tepat, lindungi hak asasi manusia, termasuk hak reproduksi dan hak kaum permepuan untuk terbebas dari kekerasan,
Kepala Dinas PPKB Kota Jambi, Irawati Sukandar mengatakan, Pencegahan kasus stunting menjadi prioritas bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, selaku leading sektor. Ada banyak penyebab terjadinya stunting. Mulai dari faktor lingkungan, limbah plastik dan 1.000 hari kehidupan. Penting untuk terus aktif membina dan memberi penyuluhan, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan kader kelompok untuk mengasuh serta membina tumbuh kembang anak.
“Melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral. Diharapkan mampu mencetak generasi masa depan yang sehat dan punya gizi yang cukup. Tentu,dengan hal ini dapat mencegah terjadinya kasus stunting di Kota Jambi,”tandasnya
Pada kegiatan itu, turut pula diadakan kegiatan pelayanan KB gratis, vaksin booster Covid-19, pelayanan iva test, pelayanan donor darah, pelayanan kesehatan (P3K), dan Bazzar UPPK-UMKM. (Omk)
About Post Author