SEPUTARJAMBI.COM-Permintaan hewan kurban di Kota Jambi tahun 2024 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Analisis kebutuhan menunjukkan kebutuhan akan hewan kurban mencapai 3.944 ekor, yang terdiri dari sapi, kerbau, dan kambing.
Saat ini, ketersediaan hewan kurban di Kota Jambi mencapai 3.199 ekor, sementara sisanya dipastikan akan tiba dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Boy Evridal ASri mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah proaktif dengan mengadakan pengecekan lapangan untuk memastikan ketersediaan dan kesehatan hewan kurban.
Boy Evridal menyampaikan bahwa peternak masih mendatangkan hewan dari luar daerah untuk memenuhi kekurangan yang ada.
“Pasokan hewan di Kota Jambi selama ini didatangkan dari pedagang lokal, terutama dari Lampung dan wilayah sekitar Kota Jambi. Kami memastikan bahwa semua hewan kurban yang datang diperiksa secara ketat,” ujarnya Rabu, (5/6/2024).
Pemeriksaan hewan kurban telah dilaksanakan sejak awal bulan Juni oleh tim yang terdiri dari 40 petugas, di mana 15 di antaranya merupakan petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, sedangkan sisanya adalah mahasiswa peternakan dari Universitas Jambi.
“Sejauh ini, belum ada indikasi bahwa hewan kurban terjangkit penyakit. Hewan-hewan ternak yang akan dijadikan sebagai hewan kurban selalu diperiksa secara kontinu, baik yang sudah berada di Kota Jambi maupun yang nantinya akan datang ke sini,” tambahnya.
Peningkatan permintaan hewan kurban juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang terus bertambah serta peningkatan permintaan dari pelaku usaha seperti restoran dan hotel.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, permintaan hewan kurban tahun lalu mencapai 3.594 ekor, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 3.944 ekor.
“Dengan peningkatan permintaan ini, kami terus berupaya untuk memastikan ketersediaan hewan kurban terpenuhi dan dalam kondisi sehat,” pungkasnya.
Masyarakat Kota Jambi diimbau untuk tetap tenang dan tidak khawatir akan ketersediaan hewan kurban tahun ini.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan terus memantau dan memastikan bahwa semua hewan kurban yang tersedia memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan. ***


