Haul ke-126 Pangeran Wirokusumo di Jambi, Habib Hasan Al Jufri: “Majelis Ilmu dan Dzikir Bekal Pulang ke Akhirat”

oleh

SEPUTARJAMBI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama masyarakat kembali menggelar Peringatan Haul Al Habib Idrus Bin Hasan Al Jufri bergelar Pangeran Wiro Kusumo dari Kesultanan Jambi yang dipusatkan di Masjid Al Ihsaniyah, Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Jambi Kota Seberang, Minggu (24/01/2026).

Peringatan Haul ke-126 yang dihadiri jajaran pemerintahan, TNI/Polri, Rektor UIN Sultan Thaha Jambi, Ketua MUI Kota Jambi, Ketua Baznas Kota Jambi, pimpinan pondok pesantren, serta ribuan peziarah dari berbagai daerah baik dalam maupun luar Kota Jambi ini, menghadirkan penceramah Dr. Habib Hasan Husein Al Jufri, M.Pd, Ketua DPW Rabithah Alawiyah Jawa Barat, yang juga Direktur Maktab Universitas Al-Ahgaff Yaman di Indonesia. Selain itu juga tampak hadir Ketua DPW Rabithah Alawiyah Jawa Barat Habib Abdussalam Alwi Al Hinduan dan Ketua DPC Rabithah Alawiyah Jambi Habib Abu Bakar Abdurrahman Al Haddad.

Rangkaian kegiatan Haul yang dimulai sejak pagi hari diawali dengan ziarah ke makbarah (makam) Al Habib Idrus bin Hasan Al Jufri yang terletak berdampingan dengan Masjid Al Ihsaniyah. Puncak acara Haul kemudian dilaksanakan dengan suasana penuh kekhusyukan, diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan sirah Nabawiyah dari kitab maulid Simthudduror, yang dilanjutkan dengan pembacaan manaqib berupa biografi Shohibul Haul, serta ceramah agama.

Wali Kota Jambi yang diwakili Asisten II Sekda Kota Jambi Dr. H. Mulyadi, M.Pd, menyampaikan apresiasi dengan digelarnya acara tersebut. Menurutnya kegiatan Haul itu sejalan dengan program prioritas dari visi misi Kota Jambi Bahagia.

“Kami, atas nama Pemerintah Kota Jambi menyampaikan ucapan terima kasih atas peran serta masyarakat yang telah bekerja sama dengan pemerintah dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Kegiatan Haul ini sangat sejalan dengan 11 program unggulan Kota Jambi Bahagia, khususnya pada program prioritas “Bahagia Berbudaya”, ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan Haul tersebut, selain sebagai syi’ar Islam, juga diselenggarakan sebagai bagian dari kearifan lokal yang telah menjadi budaya dan tradisi yang terus lestari di Kota Jambi. Selain itu, juga bagian dari program Pengelolaan Daya Tarik Wisata di Kota Jambi yang dilaksanakan guna mewujudkan Jambi Kota Seberang sebagai pusat Wisata Religi.

“Pelaksanaan Haul ini juga berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, karena terjadinya peningkatan kunjungan ke Kota Jambi. Selain perhotelan, restoran dan tansportasi, pelaksanaan Haul juga menggeliatkan sektor UMKM. Hal itu tampak dengan digelarnya bazaar UMKM di sekitar lokasi puncak acara,” tambahnya.

Asisten II Pemerintah Kota Jambi itu juga mengimbau kepada seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa meneladani nilai-nilai luhur Al Habib Idrus bin Hasan Al Jufri, Pangeran Wirokusumo, yakni keikhlasan dalam beramal, kebijaksanaan dalam bersikap, serta keteguhan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia, sebuah kota yang maju dalam pembangunan, namun tetap berakhlak, berkembang tanpa meninggalkan akar budaya serta nilai-nilai keimanan,” imbaunya.

“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, sekali lagi kami sampaikan ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana, para ahli waris, pengurus masjid, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh masyarakat Kota Jambi Seberang yang secara konsisten dan penuh keikhlasan menjaga serta melestarikan tradisi Haul ini dari generasi ke generasi,” tutupnya.

Sementara itu, penceramah Dr. Habib Hasan Husein Al Jufri, mengawali tausiyahnya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para umaro dan ulama di Jambi yang senantiasa bergandengan tangan, saling bersinergi dalam membangun akhlak umat. Menurutnya, keharmonisan antara pemimpin pemerintahan dan tokoh agama merupakan fondasi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang religius, damai, dan beradab.

“Ketika umaro dan ulama berjalan seiring, insya Allah keberkahan akan turun pada suatu negeri. Inilah yang kita saksikan di Jambi, di mana nilai-nilai agama terus dijaga dan diamalkan bersama,” ujar Habib Hasan.

Ia menilai, kolaborasi tersebut setidaknya tercermin nyata dalam penyelenggaraan Haul yang berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan.

Kata Habib Hasan, Haul bukan sekadar peringatan, melainkan majelis ilmu dan dzikir yang berperan penting dalam membentuk akhlak umat serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Haul ini adalah wujud cinta kepada para ulama dan orang-orang shalih, sekaligus sarana untuk menanamkan akhlak mulia kepada generasi penerus. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan membawa kebaikan bagi umat dan daerah,” lanjutnya.

Habib Hasan juga menyoroti adanya pemahaman sebagian orang yang mengatakan bahwa Haul seperti ini adalah bid‘ah. Menurutnya hal itu terjadi karena kurangnya pemahaman. Bahkan Al-Qur’an sendiri katanya, banyak memuat kisah dan sejarah, seperti riwayat para Nabi.

“Untuk apa sejarah itu diceritakan dan diperingati? Tidak lain agar kita mendapatkan ibrah, mendapatkan pelajaran, dan menjadi pedoman bagi generasi-generasi setelahnya. Ketika kita berkiprah di tengah masyarakat, ketika kita berdakwah dan mengajak manusia kepada Allah SWT, maka yang kita jadikan teladan adalah mereka. Kita mencontoh para pendahulu kita dalam keimanan, akhlak, dan perjuangannya,” tegas Direktur Maktab Universitas Al Ahgaff Indonesia itu.

Ia juga mengingatkan jamaah akan bahaya media sosial apabila tidak dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab. Pengasuh Ribat Al Jufri itu menegaskan bahwa mendidik anak-anak di era saat ini jauh lebih berat dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.

“Dengan kecanggihan teknologi, anak-anak kini dapat melihat dunia tanpa batas. Mereka bisa mengakses apa saja, melakukan apa saja, bahkan berkomentar tanpa kendali hingga melampaui batas adab dan etika. Inilah tantangan besar bagi masa depan umat. Jika kita tidak waspada, jika kita lalai memperkuat iman dan membentuk akhlak anak-anak kita, maka perlahan namun pasti mereka bisa mengalami kerusakan moral,” tegasnya.

Diakhir tausiyahnya Habib Hasan mengajak seluruh jamaah untuk menghadirkan rasa dalam setiap amal dan ibadah yang dilakukan. Ia mengingatkan bahwa setiap langkah menuju majelis ilmu, setiap dzikir, shalawat, dan doa yang dipanjatkan, bukanlah sekadar rutinitas, melainkan bekal yang sedang disiapkan untuk dibawa pulang ke hadapan Allah SWT di hari akhirat kelak.

“Majelis seperti ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk perjalanan panjang kita setelah dunia. Apa yang kita kumpulkan di sini, cinta kepada ulama, kecintaan kepada orang-orang shalih, dzikir dan shalawat, itulah bekal yang insya Allah paling tepat untuk kita bawa pulang ke akhirat,” tutur Habib Hasan.

“Semoga Allah menerima semua amal kita, menjadikan umur kita penuh keberkahan, dan mengumpulkan kita bersama para ulama dan orang-orang shalih di akhirat kelak,” sambungnya, mengakhiri tausiah dengan doa yang khusyuk dan penuh harap.

Sebagaimana diketahui, Haul ini juga menjadi salah satu Wisata Religi unggulan Kota Jambi dan menjadi agenda tahunan yang selalu didukung penuh oleh Pemerintah Kota Jambi dalam program pengembangan kawasan Wisata Religi Jambi Kota Seberang.

Setiap tahunnya, kegiatan Haul ini berlangsung makin semarak dan antusias diikuti ribuan peziarah yang berasal dari berbagai daerah baik dalam maupun luar Provinsi Jambi.

Bagi masyarakat Jambi Kota Seberang, Haul bukan hanya peringatan wafatnya tokoh agama, melainkan juga telah menjadi tradisi budaya spiritual yang mengikat kuat sejarah, nilai keislaman, serta jati diri Melayu Jambi. Haul menjadi ruang kolektif untuk menjaga ingatan sejarah, menautkan masa lalu dengan masa kini, sekaligus menanamkan nilai keteladanan kepada generasi yang akan datang.

Salah satu tokoh penting yang terus dikenang melalui tradisi Haul adalah Pangeran Wirokusumo. Dalam catatan sejarah Kesultanan Jambi, Pangeran Wirokusumo yang bernama asli Habib Sayyid Idrus bin Hasan Al Jufri dikenal sebagai ulama sekaligus saudagar keturunan Arab Hadramaut yang memiliki peran strategis dalam perjalanan Kesultanan Jambi. Beliau merupakan menantu Sultan Ahmad Nazaruddin serta besan Sultan Thaha Syaifuddin, dan dianugerahi gelar Pangeran Wirokusumo sebagai bentuk kepercayaan dan penghormatan dari Kesultanan Jambi.

Dengan keluasan ilmu, kewibawaan pribadi, serta kepiawaian dalam berdiplomasi, Pangeran Wirokusumo dipercaya sebagai mediator ulung Kesultanan Jambi dalam berbagai perundingan dan musyawarah dengan pihak luar. Dakwah yang beliau jalankan tidak ditempuh melalui cara-cara keras, melainkan dengan hikmah, adab, dan keteladanan, sejalan dengan falsafah Melayu Jambi, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.

Jejak peradaban Islam yang beliau wariskan hingga kini masih dapat dirasakan melalui Masjid Al Ihsaniyah di kawasan Seberang Kota Jambi. Masjid tersebut bermula dari sebuah surau yang dibangun langsung oleh Pangeran Wirokusumo sekitar tahun 1880 Masehi. Seiring perjalanan waktu, masjid ini berkembang menjadi pusat ibadah, syiar Islam, serta pemersatu umat di kawasan tersebut.

Di pekarangan Masjid Al Ihsaniyah pula Pangeran Wirokusumo dimakamkan. Makam tersebut telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Jambi melalui Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 283 Tahun 2023, sebagai bentuk pengakuan atas nilai sejarah dan jasa besar beliau dalam perkembangan Islam dan adat Melayu di Jambi.

Berdasarkan warisan sejarah inilah, masyarakat Kota Jambi secara turun-temurun terus menjaga dan melestarikan tradisi Haul. Tradisi ini tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada ulama dan tokoh pendahulu, tetapi juga sebagai warisan budaya religius yang menyatukan nilai Islam, adat Melayu, serta kebersamaan sosial dalam kehidupan masyarakat.***

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *