Atasi Keterbatasan APD, Fasha Gaet UMKM, Pelopori Pembuatan APD Secara Mandiri

oleh

JAMBI – Minimnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dalam menangani pasien Corona membuat Wali Kota Jambi Syarif Fasha memutar otak. Kerja cerdas yang dilakukannya dengan menggaet UMKM di Kota Jambi untuk membuat APD itu patut mendapat apresiasi.

Langkah strategis dan taktis itu juga sekaligus mampu mengatasi kelesuan ekonomi karena sepinya pelanggan UMKM disaat mewabahnya virus Corona ini.

Fasha bersama Gugus Tugas penanggulangan Covid-19 Kota Jambi menunjuk Asosiasi Pengerajin Batik Jambi (ASBAJA) untuk membuat APD dalam mengatasi kelangkaan tersebut.

Usai memimpin disinfeksi dikawasan perkantoran Telanaipura, Senin (30/3), Wali Kota Jambi Syarif Fasha langsung meninjau salah satu sentra usaha batik di bilangan Kebon Jeruk Simpang Pulai. Lokasi tersebut dipilih sebagai pusat sentra pembuatan APD bagi Pemkot Jambi.

Tampak beberapa pekerja sedang melakukan pembuatan material APD dan masker pesanan Pemkot Jambi, untuk mengatasi keterbatasan APD bagi petugas terdepan menjalankan misi kemanusiaan penanganan Covid-19 di Kota Jambi.

“Kami memang sengaja mempelopori untuk memproduksi sendiri APD bagi kebutuhan penanganan virus Covid-19 di Kota Jambi. Kita tidak bisa berdiam diri menunggu bantuan datang, sementara kita berjuang bertarung dengan waktu, ditengah keterbatasan. Keamanan petugas kami adalah prioritas utama. Mereka fronline, sedang berjuang, kami harus jaga dan lindungi mereka,” tegas Fasha.

Lebih lanjut, Fasha mengatakan, dirinya memang sengaja melibatkan pelaku UMKM di Kota Jambi dalam proses produksi APD tersebut.

“Kami memang sengaja melibatkan UMKM, asosiasi pengrajin batik Jambi untuk terlibat dalam proses produksi. Kami mendatangkan bahan baku dari luar Kota Jambi. Selain sumber daya yang memang sudah siap dan sudah ada, kita ingin menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat ditengah pelambatan ekonomi dimasa wabah virus ini. Semoga ini bisa sedikit membantu,” jelas Fasha

Fasha menegaskan, dirinya memberi target produksi untuk diawal bulan April, sudah akan tersedia ribuan APD yang siap digunakan oleh petugas yang bekerja di lapangan.

Fasha menjelaskan, ide pembuatan APD tersebut berawal dari kesulitannya mencari APD di pabrikan. Pihaknya kemudian mencari jenis bahan yang digunakan pabrikan untuk membuat APD.

“Ternyata bahannya ada. Kemudian kami beli dan kami jahit sendiri. Hasilnya ternyata bagus dan sesuai standar,” terang Fasha.

APD ini nantinya bisa digunakan untuk tenaga kesehatan yang berada di screening awal masuknya orang dari luar Kota Jambi. Mulai dari bandara, petugas puskesmas, terminal dan lainnya.

“Tahap awal ini ada 500 APD yang diproduksi. Ini nanti akan digunakan para tenaga medis kita yang berada di jalur kedatangan atau screening awal. Petugas yang memeriksa sekaligus menjemput pasien dirumah. Targetnya kami bisa mencetak 3000 APD hingga akhir bulan nanti,” ujarnya.

Untuk bahan baku kata Fasha, pihaknya tidak kesulitan. Sebab, sudah dipesan dari daerah Bandung dan juga Palembang.

Untuk mempersiapkan itu semua, tak hanya mengandalkan dana APBD saja, akan tetapi juga bantuan masyarakat yang disalurkan melalui rekening Pemerintah Kota Jambi Peduli. Hingga saat ini sudah terkumpul Rp157 juta, yang berasal dari sumbangan masyarakat.

Sementara itu, Rifdatul Khoiroh, Pengerajin Batik Berkah mengatakan bahwa pihaknya berterimakasih karena dipercaya oleh Pemkot Jambi untuk pembuatan APD bagi tenaga kesehatan.

“Kami hanya membuat polanya, menggunting, lalu menjahitnya hingg jadi APD yang siap digunakan. Sudah ada standarnya, jadi pekerja tinggal mengikuti saja,” katanya.

Ia mengaku mempekerjakan sebanyak 45 orang pegawai untuk menyelesaikan pembuatan APD tersebut. Diperkirakan, akan selesai dalam waktu satu minggu kedepan.

“Alhamdulillah, saya dapat mempekerjakan 45 orang, setidaknya dapat membantu ekonomi masyarakat disaat mewabahnya Corona ini. InsyaAllah hasilnya akan selesai minggu depan,” tutup Rifdatul.

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *