Walikota Jambi Sy Fasha Menawarkan Pembayaran Retribusi Pakai Qris Untuk Minimalisir Kemacetan di Paal 10

oleh

SEPUTARJAMBI.COM-Keluhan dialamai oleh Pedagang Pasar Induk Paal 10 tentang kondisi Terminal Barang yang setiap malam dilanda macet, di karenakan oleh penarikan retribusi truk batubara yang sudah beroperasi.

Tiap malam macet, minimal dua jam nunggu. Setiap malam seperti itu, kita mau dagang, mau masuk pasar susah,” kata salah satu pedagang yang tidak mau di sebutkan namanya.Dia berharap kepada pemerintah, terutama Dinas Perhubungan Kota Jambi untuk menata kendaraan batubara tersebut. Terutama pada sistem pembayaran retribusi yang seharusnya dievaluasi.”Kalau bisa pintu masuknya dibedakan. Antara pedagang, dengan mobil angkutan. Kemudian jalan masuk terminal yang rusak parah, itu juga harus diperbaiki,” disampaikannya

Terkait dengan hal itu Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan dirinya tak punya kuasa penuh terhadap angkutan batubara. Sebab, berada di jalan nasional. “Jadi kewenangan Pemkot Jambi sangat terbatas. Tapi kalau dari Paal 10 masuk ke kantor Camat Alam Barajo, itu urusan saya,” jelasĀ  Fasha, Senin (5/6).

Sy Fasha mengatakan, sudah menawarkan solusi kepada para transportir untuk membayar retribusi dengan sistem Barcode (Qris). Akan tetapi, menurutnya masih banyak transportir yang tidak mau.

“Saat ini masih pakai kupon retribusi, terkadang petugas kesulitan untuk mencari uang kembalian. Jadi sebenarnya memang lebih bagus pakai barcode, jadi mengurangi Pungli juga. Kita bilang sudah bener, ya mungkin ada bocor juga disana. Jadi paling bagus itu memang pakai barcode, tinggal masalahnya pada transportir,” ungkap Fasha.(Omk)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *